Post Top Ad

Your Ad Spot

Friday, November 4, 2016

Budidaya Tanaman Anggur ( Vitis vinifera L.)




Sejarah Singkat
Buah anggur merupakan komoditi yang bisa memberikan nilai tambah, dalam artian bisa dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah lebih lanjut sebagai jus anggur dan bila buah masuk kedalam waktu kedaluarsa buah bisa diolah menjadi minuman (Setiadi, 2007). Anggur merupakan tanaman tahunan (perennial), berupa perdu yang merambat tanaman Anggur sendiri berasal dari Armenia, tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol, Jerman, Prancis dan Austria. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico, Amerika Selatan, Afrika selatan, Asia termasuk Indonesia dan Australia. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika, orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur.
Klasifikasi

Kingdom              :   Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom       :   Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         :   Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      :   Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas                    :   Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
 Sub Kelas            :   Rosidae
 Ordo                     :   Rhamnales
 Famili                   :   Vitaceae
Genus                   :   Vitis
Spesies                 :   Vitis vinifera L.

tanaman Anggur (Vitis vinifera L.)
Manfaat dan kandungan Gizi Buah Anggur
Manfaat dan kandungan gizi anggur Anggur merupakan buah yang mempunyai rasa segar, dan manis serta bermanfaat sebagai, sumber antioksidan, kaya akan kandungan  kalium yang berguna untuk mengontrol tekanan darah menghambaat penuaan dini  serta dipercaya mencegah penyakit infeksi seperti influenza. Selain dimanfaatkan sebagai buah segar, anggur diolah menjadi produk minuman fermentasi yang biasa disebut Wine, dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. Anggur juga memiliki nilai gizi yang sangat luar biasa. Tiap 100 g anggur paling tidak 25 komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh diantaranya Kalsium, Kalium, Vitamin A, Vitamin C, dan Thiamin ( B1)  untuk melindungi kesiagaan mental agar otak dapat bekerja dengan normal serta berperan dalam proses pengeluaran energi dari karbohidrat, lemak, alkohol dan juga dapat membatu kinerja sistem pencernaan (Anonim, 2010). Buah anggur segar yang dibuat jus mempunyai kandungan :
 air                   : 70% sd 80%
 karbohidrat     : 15% sd 25%
 asam organik  : 0,3% sd 1,5%
 tannin             :  0,01% sd 0,10%
 protein            : 0,0001% sd 0,01%
 amino             :  0,017% sd 0,11%,
amoniak           :  0,001% sd 0,012%
mineral            :  0,3% sd 0,6%
 (Rukmana, 1999).



Syarat Tumbuh
Iklim
1.      Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepitepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan.
2.      Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.
3.      Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.
4.      Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya.
5.       Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %.
1) Media Tanam
1.      Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.
2.      Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral).
Ketinggian Tempat
Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dp
2) Pembudidayaan
Pembibitan
1.      Pengadaan Benih
Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok, stek cabang, stek mata, penyambungan). Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. Bibit stek yang baik adalah :
Ø  Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun.
Ø  Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm.
Ø  Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau, berair dan bebas dari noda-noda hitam.
Ø  Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.

2.      Teknik Penyemaian Benih
·         Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. Cara vegetatif (stek) yaitu Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari
·         Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal.
3.      Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
·         Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang.
·         Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan.
4.      Pemindahan Bibit
·         Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya.
·         Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi.
3) Pengolahan Media Tanam
1   1)      Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan adalah:
a.       Menentukan lokasi penanaman.
b.      Menentukan luas areal tanam.
c.       Mengatur jarak tanam.
d.      Membuat lubang tanam.
e.       Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan.
2   2)      Pembukaan Lahan
Ø  Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.
Ø  Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.
Ø  Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi
Ø  Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.
3   3)      Penanaman
Penanaman anggur terbaik pada saat musim kemarau, sekitar bulan Juni dan Juli.  Hal ini di lakukan dengan harapan agar pada awal musim hujan tanaman sudah menghasilkan tunas dan tanaman dapat tumbuh secara pesat dan subur
Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. Pengaturan jarak tanam perlu diperhatikan, dan harus sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m2 , 4 x 4 m2 , 3 x 5 m2 , 3 x 4 m2 , 4 x 5 m2 , 4 x 5 m2 , 3 x 5 m2 , dan 4 x 6 m2 . Jarak tanam ini mempengaruhi jumlah tanaman yang digunakan per satuan luas.


4       4)      Pemeliharaan tanaman
1)      Penyulaman dan Penjarangan
Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang; (2) tidak sempurna bentuknya; (3) buah yang ada di sebelah dalam; (4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian.
2)      Penjarangan
Penjarangan dilakukan dalam dua tahap, tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil, tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Untuk menjaga kualitas buah, juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran.
3)      Pembuatan Rambatan
Perlu pembuatan rambatan dengan model :
Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 - 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm. Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar. Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm. Model perdu, berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk
4)      Penyiangan
Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur.

5)       Pemangkasan dan Pembentukan Pohon
·       Waktu pemangkasan yang tepat berumur 1 tahun.

·      Usahakan tiap pohon punya batang pokok, cabang primer , sekunder dan tersier.

·      Potong batang tanaman setinggi para-para, sehingga tumbuh tunas baru (cabang primer).

·      Dua minggu cabang yang tumbuh memanjang lebih kurang 1 meter segera dipangkas pada bagian ujungnya agar tumbuh tunas baru (cabang sekunder).

·      Cabang sekunder yang panjang 1 meter dipangkas titik tumbuhnya agar tumbun tunas baru (cabang tersier).

·      Cabang tersier inilah yang menghasilkan buah.

·      Ciri cabang siap dipangkas, ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas meneteskan air, cabang berwarna coklat.
·      8. Perhatikan ciri visual mata tunas yang dipangkas, mata tunas vegetatif bentuknya runcing dan generatif tumpul.

·      9. Cara pemangkasan anggur yaitu :
   >Pangkas pendek, sisakan 1-2 mata
   >Pangkas sedang, sisakan 3-6 mata
   >Pangkas panjang, sisakan 7 atau lebih mata
6)      Pemupukan
Ada dua masa pemupukan, Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. Umur 0-3 bulan, 10 gram urea, interval 10 hari 2. Umur 3-6 bulan, 15 gram urea, interval 15 hari 3. Umur 6-12 bulan, 50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm.
Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1. Umur 21 hari sebelum perempalan, 5 kaleng pupuk kandang 2. Umur 11 hari sebelum perempalan, 80 gram TSP/100 gram ZK 3. Umur 7 hari sebelum perempalan, 100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun, tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram, TSP 300 gram, ZK 450 gram. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1,5 m
7)         Pengairan dan Penyiraman
Yang perlu diperhatikan adalah:
·                 Anggur tidak tahan pada air yang tergenang.
·                 Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan.
·                 Menjelang pemangkasan, 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan.
·                 Setelah masa pemangkasan, 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air
·                 Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak, setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk.

8)      Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida
Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG
9)      Pengaturan Bunga
Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan, cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3, 4 dan 5. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja, agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi.
Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur
Tanaman yang tidak terawat akan memudahkan datangnya Hama dan Penyakit,akibatnya tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tidak akan berproduksi selain itu nilai keindahan dan daya tariknya juga akan hilang  untuk itu di perlukan pengelolaan kesehatan tanaman dan juga pemberantasan hama dan penyakit.
Kesehatan Tanaman
Tanaman akan tumbuh sehat dan normal apabila segala kebutuhan hidupnya terpenuhi kebutuhan akan kesuburan dengan jumlah nutrisi yang cukup memadai. Kelengkapan unsur hara seperti Nitrogen Phospor, Kalium, Mangan dan yang lainya sesuai dengan jumlah kebutuhanyakebutuhan akan air secara rutin, dan adanya pencahayaan akan sinar matahari terhadap tanaman tersebut, kecukupan terhadap hal hal diatas juga harus di barengi dengan perawatan yang baik dan pemeliharaan yang baik, hal ini tujuanya agar tanaman tidak di serang oleh hama dan penyakit, apabila dengan perlakuan diatas tanaman masih terserang oleh hama dan penyakit, maka pengendalianya dapat dilakukan dengan cara kimawi dan mekanik, dengan mekanik misalnya dengan membuang hama tertentu dengan menggunakan tangan atau alat tertentu,
Sedangkan dengan cara kimiawi yaitu dengan menyemprotkan pestidida kimia secara tepat, jika pemberian nutrisi dilakukan seminggu sekali maka proses pemberantasan hama dan penyakit dapat dilakukan ketika terjadi penyeranganlangkah pemberantasan penyakit dan hama tersebut dapat dilakukan dengan penyiraman yaitu dengan mencampur air dengan pestisida dan pupuk cair penyiraman di lakukan dengan cara menyeluruh si setiap bagian tanaman
Pemberantasan Hama
Setiap jenis tanaman tidak kebal terhadap hama, untuk itu kita wajib melakukan pemberantasan hama yang menyerang tanaman, hama hama yang sering menyerang tanaman anggur adalah tungau, ulat daun dan belalang.Serangan hama bisa datang sendiri atau terbawa oleh angina, air, atau hewan lainya pada mulanya jumlah hama hanya sedikit namun berkembang terus menerus sehingga mengakibatkan kerusakan pada bagian tanaman gejala gejala yang terjadi adalah ulat ulat pemakan daun akan merusak bagian dauin dari pinggiran daun hingga ke bagian tengah daun dan di sekitar daun yang rusak akan di jumpai kotoran dari ulat tersebut,
Pemberantasan hama dapat dilakukan dengan cara mencari hama secara manual dan membinasakanya, dan apabila kapasitas serangan hama sudah luas maka pengendalianya dapat dilakukan dengan cara pengaplikasian senyawa kimia pertanian berikut merupakan beberapa jenis hama yang menyerang tanaman anggur beserta dengan cara pengendalianya.
      Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun. Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit. Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA
      Tungau Merah (Tetranychus sp.), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang. Pengendalian; semprot Natural BVR atau PESTONA atau juga bisa menaburkan Bubur California atau Bordo di daun, dan menggunakan pestisida sistemik dari belerang
       Ulat grayak (Spodoptera sp.), menyerang daun hingga rusak dan berlubang. Pengendalian; Semprot dengan Natural VITURA
      Ngengat buah anggur (Paralobesia viteana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal. Pengendalian; Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambat 14 hari sebelum panen
      Rayap , Rayap menyerang bagian stek yang baru saja tumbuh, atau pohon yang tidak sehat. Sering muncul dari pupuk kandang jika pupuk kurang masak. Bisa dikendalikan dengan menanam stek anggur di pasir. Bisa juga menggunakan pestisida yang terbuat dari biji mimba dengan takaran 100 gram/tanaman, atau insektisida kontak 1-2 g/l.
      Ulat kantung, Merusak bagian daun dengan membuatnya berlubang. Tinggal di kepompong. Bisa dikontrol dengan pestisida sistemik di daun, terbuat dari biji mimba 30 g/l air.
      Kumbang daun, Warnanya hitam/coklat, merusak daun anggur di malam hari, dan siang hari sembunyi di tanah. Dikontrol dengan memasang lampu atau alat penerangan lain untuk jebakan, lalu semprot dengan pestisida.
      Penggerek Batang, hama jenis ini biasanya Menyerang bagian cabang dan batang yang kurang sekatnya, sehingga timbul lendir dan kemudian layu. Dikendalikan dengan memangkas bagian yang terkena dan membakarnya. Sumbat bekas lubang menggunakan serbuk biji mimba.
Pemberantasan Penyakit
Penyakit tanaman umumnya di sebabkan oleh mikroba mikroba kecil, misalnya bakteri virus, nematode dan jamur, namun bisa juga di sebabkan oleh kekurangan suatu unsur tertentu yang di alami oleh tanaman, sehingga mengganggu proses fisiologis tanman tersebut.
a.      Virus
Gejala tanaman yang terserang virus biasanya tumbuh kerdil dan daun daunya keriting, layu dan tidak berbunga atau berbuah, serangan pada daun biasanya menimbulkn betcak bercak. Serangan virus sendiri penyebaranya dapat melalui media tanah, biji atau benih, serangga karna proses pembibitan yang terkontaminasi dan akibat kontak dengan manusia atau hewan
Pengendalianya bisa dilakukan dengan cara pencabutan tanaman, hal ini dilakukan apabila serangan sudah tidak memungkinkan untuk di kendalikan lagi, usaha lain adalah dengan penyemprotan desinfektan berupa sulfat tembaga 0.3%

b.      Bakteri
Banteri masuk melalui akar dan menyerang pembuluh kayu tanaman dan menghasilkan lender yang menutup pembuluh kayu tanaman tersebut, bakteri menyerang tanaman melalui angina, alat alat pertanian yang tidak seteril dan juga melalui hewan dan air.  Apabila tanaman sudah terserang oleh bakteri dapat di lakukan pengendalian dengan cara menyemprotkan bakteri sida berupa Zinep 65% WP / 8 L air, pada media tanam sebelum di tanami. Menyemprotkan Agrymichin 15/1.5 WP, Teramychin 21.6 SP penyemprotan harus sesuai dengan aturan yang tertera di dalam kemasan.
c.       Nematoda
Nematode merupakan sebangsa cacing pearasit dengan ukuran yang sangat kecil dan hidup di dalam tanah biasanya mnerang perakaran tanaman dengan mengakibatkan benjolan benjolan pada bagian akar tanaman akibatnya akar tanaman akan membusuk, serangan nematode ini bisa memungkinkan melalui media tanam, seperti kompos dan pupuk hijau upuk kandang dan pasir, dalam penanggulanganya nematode ini relative sulit karna keberadaanya yang di dalam tanah, langkah pencegahaan adalah hal yang paling baik di lakukan yaitu dengan cara mensterilkan media tanaam terlebih dahulu jika ingin di gunakan
d.      Jamur
Jamur berkembang pada saat musim hujan, atau pada kondisi yang sangat lembabjamur ini juga akan menyerang tanaman pada bagian akar, daun dan bagian cabang tanaman, tidak  kecuali bagian bunga dan buah, penyebaranya dapat melalui , angina, air, gejalany adalah timbulnya bercak bercak pada bagian tanaman yang berwarna abu abu. Pennguulanganya adalah dengan cara penyemmprotan fungisida Difolatan 4 F, Calixin 750
Proses Pemanenan  buah Anggur
 Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami masa panen sebanyak dua kali. Umur panen anggur tergantung dari jenis anggur, iklim dan tinggi tempat tanam buah anggur. Di daerah rendah umur buah anggur sekitar 90-100 hari setelah pangkas, di dataran tinggi umur buah anggur sekitar 105–110 hari. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah jika warna dalam satu tandan telah sama, butir buah mudah lepas dan keadaan buah kenyal serta lunak.Pelaksanaan panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati, jangan sampai bedak hilang. Hasil panen dimasukkan dalam keranjang/ dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk, agar buah yang terletak di bawah tidak pecah.
Untuk perkiraan hasil panen untuk 1 ha dengan jarak tanam 4 x 5 hasil panen per tahun rata-rata 7.500 kg anggur. Kemudian hasil panennya dilakukan penyortiran dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah. Cara penyimpanan hasil panen adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin atau dengan menggantung buah anggur untuk diangin-anginkan di ruangan yang sejuk. Cara pengemasan saat mengangkut adalah dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan. Ada juga yang menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas Koran tetapi cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak dan pecah
Daftar Pustaka

Anonim, 2004. Vademekum Anggur. Direktorat Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Departemen Pertanian
Baswarsiati, N. I. Sidik, dan L. Moenir. 1995. Kesesuaian beberapa varietas anggur sebagai batang atas pada “top working anggur”. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Buah-buahan. Sub Balihorti Malang.
 Baswarsiati, S. Yuniatuti, D. Rahmawati, Yuniarti, E. Retnaningtyas, W. Istuti, dan Indriana. 2001. Pengkajian Sistem Usahatani Anggur Mendukung Pengembangan Sentra Produksi. Prosiding Seminar dan Ekspose Teknologi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. hlm 363–376.
 Baswarsiati, Moenir, L., dan B. Tegopati. 2002. Varietas Ungul Anggur Probolinggo Super. Petunjuk Teknis Rakitan Teknologi Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Hal 19-28
Farida. 2007. Program Pengembangan Anggur di Provinsi Jawa Timur. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Purnomo, S., D.D. Widjajanto, dan Q.D. Ernawanto. 1991. Keragaan delapan varietas harapan anggur Banjarsari pada dua tipe lahan. Jurnal Hortikultura 1 (1) : 42-48.
Heddy. Pramono dan Lingga. (2004) Lika-liku Bertanam Anggur. SinarBaru. Bandung.
Purnomo, S., D.D. Widjajanto, dan Q.D. Ernawanto. 1991. Keragaan delapan varietas harapan anggur Banjarsari pada dua tipe lahan. Jurnal Hortikultura 1 (1) : 42-48.
Sauri H dan Martulis, 1991, Budidaya Anggur, Usaha Nasional, Surabaya. 2) Trubus 33, 1990, Perjalanan Anggur Bali, Penebar Swadaya, Jakarta. 3) Trubus 272, 1992, Anggur impor Menyerbu Indonesia, penebar Swadaya, Jakarta
Setiawati. (2004) Bertanam Anggur di Pekarangan. Informasi Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Bali.
Thamrin, M. dan Lologau, B.A. (2005) Keefektifan Konsentrasi Rootone-F terhadap Pertumbuhan Bibit Beberapa Varietas Anggur. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. https://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/ jurnal/4305234243.pdf. Diakses tanggal 26 November 2012.
Widjajanto, A. Supriatna dan Wagiman. (2007) Teknik Top Working pada Anggur dengan Menggunakan Beberapa Varietas Batang Atas. J. Hort. 7 (1) : 530- 535.


1 comment:

yalemacgill said...

Wynn casino: review & ratings - DRMCD
Wynn and Encore Las Vegas will no 고양 출장마사지 longer operate on the 김제 출장마사지 Nevada-Nevada 김천 출장샵 market. 서산 출장마사지 공주 출장안마 MGM Resorts is located in the United States of America and is a

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages